Bursa Asia Melemah, Saham Teknologi dan Minyak Jadi Tekanan Utama
Bursa saham Asia melemah pada perdagangan pagi ini Jumat (24/7), seiring investor menghindari aset berisiko akibat streaming harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran inflasi global. Tekanan juga datang dari pelemahan saham teknologi setelah sentimen terhadap belanja besar kecerdasan buatan atau AI kembali diteliti.
Indeks saham regional Asia ikut tertekan, dengan pelemahan tajam terlihat di pasar Jepang dan Korea Selatan. Nikkei 225 turun lebih dari 2%, sementara Kospi Korea Selatan juga melemah karena saham teknologi dan semikonduktor menjadi beban utama indeks pergerakan.
Sentimen negatif muncul setelah pasar mencermati besarnya belanja AI dari perusahaan teknologi besar Amerika Serikat. Kekhawatiran ini membuat investor mulai bertanya-tanya apakah investasi besar di sektor AI sudah mampu memberikan imbal hasil yang sepadan dalam waktu dekat.
Selain sektor teknologi, kenaikan harga minyak di atas level US$100 per barel juga menjadi perhatian utama. Eskalasi konflik Timur Tengah meningkatkan risiko gangguan pasokan energi, sehingga pasar khawatir tekanan inflasi dapat kembali menguat dan mempengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral.
Dari sisi dampak market, pelemahan bursa Asia menunjukkan investor sedang masuk ke mode hati-hati. Jika harga minyak tetap tinggi dan tekanan pada saham teknologi terus berlanjut, aset risiko berpotensi masih tertekan. Sebaliknya, dolar AS dan aset safe haven berpeluang mendapat dukungan karena pasar mencari perlindungan di tengah meningkatnya penetrasi global. (asd)
Sumber: Newsmaker.id