Tarif AS Tekan Harga Minyak
Harga minyak Brent terkoreksi pada perdagangan Jumat (24/7) setelah sempat menembus US$100 per barel pada sesi sebelumnya. Brent untuk pengiriman September turun ke US$96,68 per barel, sementara WTI melemah 3,5% menjadi US$88,93 per barel.
Penurunan harga minyak dipicu kekhawatiran terhadap prospek permintaan global setelah Amerika Serikat kembali memberlakukan tarif impor. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan aktivitas perdagangan dan pertumbuhan ekonomi dunia.
Pemerintah AS akan mengenakan tarif sebesar 10% hingga 12,5% terhadap impor dari sebagian besar mitra dagang utama. Sentimen tersebut mengalihkan perhatian pasar dari risiko pasokan menuju potensi pelemahan konsumsi energi.
Meski terkoreksi, Brent masih menuju kenaikan mingguan lebih dari 10%. Harga minyak tetap mendapat dukungan dari konflik Timur Tengah dan serangan Houthi terhadap kapal tanker di Laut Merah.
Risiko pasokan juga meningkat akibat gangguan lalu lintas di Selat Hormuz serta serangan Ukraina terhadap terminal Caspian Pipeline Consortium di pesisir Laut Hitam Rusia. Terminal tersebut menjadi jalur utama ekspor minyak Kazakhstan.
Harga minyak berpotensi tetap berfluktuasi karena pasar menimbang risiko penurunan permintaan dan gangguan pasokan. Selama konflik Timur Tengah belum mereda, tekanan jual diperkirakan terbatas meskipun tarif baru AS membayangi prospek ekonomi global.(arl)
Sumber : Newsmaker.id