Dolar AS Terkoreksi, Penurunan Energi Redam Ekspektasi Fed
Indeks Dolar AS melemah ke sekitar 101,3 setelah sebelumnya mencapai level tertinggi satu bulan di 101,5 pada 23 Juli. Penurunan tipis harga energi membuat reli dolar mulai tertahan.
Koreksi terjadi karena meredanya spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Meski demikian, dolar masih berada dekat level tertinggi 15 bulan yang tercapai pada akhir Juni.
Pasar tetap memperkirakan The Fed berpeluang menaikkan suku bunga setidaknya satu kali pada tahun ini. Ekspektasi tersebut didukung kekhawatiran bahwa kenaikan biaya energi dapat kembali mendorong inflasi.
Tekanan harga energi meningkat setelah konflik Amerika Serikat dan Iran mengganggu pengiriman tanker di Teluk Persia dan Laut Merah. Gangguan tersebut mendorong harga minyak dan bahan bakar lebih tinggi.
Data ekonomi AS yang kuat turut menopang dolar. Aktivitas sektor swasta mencatat pertumbuhan tercepat tahun ini, sementara klaim pengangguran awal turun dengan laju terbesar dalam hampir enam dekade.
Selama data ekonomi tetap solid dan risiko inflasi energi bertahan, dolar masih berpeluang mempertahankan kekuatannya. Namun, koreksi harga minyak dapat membatasi kenaikan indeks dalam jangka pendek.(yds)
Sumber: Newsmaker.id