S&P 500 Rekor Baru, Reli Teknologi Abaikan Data PPI
S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru pada Rabu (13/5), ketika minat pelaku pasar terhadap saham-saham teknologi kembali mendominasi arah indeks meski data inflasi terbaru AS kembali lebih panas dari perkiraan. S&P 500 naik 0,58% ke 7.444,25, sementara Nasdaq menguat 1,2% ke 26.402,34—keduanya juga menorehkan rekor intraday dan penutupan. Dow Jones justru turun 0,14% (-67,36 poin) ke 49.693,20.
Penguatan terutama dipimpin sektor teknologi dan saham chip. Nvidia naik lebih dari 2%, Micron menguat lebih dari 4%, sementara VanEck Semiconductor ETF (SMH) naik 2%. Di saat yang sama, breadth pasar melemah: sekitar dua pertiga saham dalam S&P 500 berada di zona merah, termasuk Home Depot dan saham siklikal seperti JPMorgan, di tengah kekhawatiran inflasi yang terkait kenaikan harga energi akibat perang Iran yang membebani sektor ritel dan perbankan.
Dari sisi data, tekanan inflasi produsen kembali menguat. PPI April melonjak 1,4% (MoM)—kenaikan bulanan terbesar sejak Maret 2022 dan jauh di atas perkiraan 0,5%. Secara tahunan, inflasi grosir naik 6%, tertinggi sejak Desember 2022 dan melampaui konsensus 4,9%. Kombinasi inflasi yang sulit turun dan biaya energi yang tinggi mempertajam narasi suku bunga lebih ketat lebih lama, yang biasanya menjadi tantangan bagi aset berisiko di luar kantong teknologi.
Sentimen teknologi juga ditopang dinamika geopolitik-ekonomi, setelah CEO Nvidia Jensen Huang ikut dalam lawatan Presiden Donald Trump ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Pasar menangkap sinyal kemungkinan adanya perkembangan terkait akses penjualan chip AI Nvidia ke pasar China, meski ekspektasi terhadap pertemuan tersebut dinilai tetap terbatas.
Ke depan, pasar akan memantau apakah reli chip dan tema AI masih cukup kuat untuk menutup tekanan dari inflasi dan energi. Variabel kunci yang akan menentukan arah berikutnya mencakup hasil pertemuan Trump–Xi, dinamika harga energi terkait perang Iran, serta apakah data inflasi lanjutan memperkuat kekhawatiran suku bunga tinggi lebih lama.(arl)*
Sumber: Newsmaker.id