Kashkari: Penutupan Hormuz Jadi Uji Inflasi The Fed
Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari menilai inflasi AS masih terlalu tinggi, dengan “tanda tanya besar” kini mengarah pada berapa lama Selat Hormuz akan tetap tertutup dan seberapa besar dampaknya terhadap inflasi. Dalam acara St. Paul Area Chamber di St. Paul, Minneapolis pada Rabu (13/5), Kashkari mengatakan durasi gangguan di Hormuz dapat menjadi penentu utama perubahan lanskap inflasi.
Kashkari menegaskan target inflasi 2% tetap harus dicapai dan “goalpost” tidak seharusnya digeser. Menurutnya, guncangan inflasi tidak membebaskan The Fed dari mandat stabilitas harga, meskipun situasi tersebut membuat tugas bank sentral menjadi lebih menantang.
Ia menambahkan, sebelum konflik Iran, The Fed sempat memiliki keyakinan bahwa inflasi bergerak turun menuju 2%. Namun “shock” dari Iran telah mengubah lingkungan inflasi, memperkuat ketidakpastian seputar seberapa cepat tekanan harga bisa kembali mereda.
Dari sisi aktivitas, Kashkari menggambarkan pasar tenaga kerja bergerak “sideways” dan cenderung “lukewarm,” meski masih terlihat “bertahan.” Dengan kata lain, kondisi kerja belum menunjukkan pelemahan tajam yang bisa mengubah fokus kebijakan dalam waktu dekat.
Kashkari juga menyampaikan bahwa ia tidak yakin keputusan suku bunga kebijakan The Fed akan banyak berpengaruh terhadap suku bunga hipotek. Bagi pasar, kombinasi inflasi yang masih tinggi dan risiko pasokan energi dari Hormuz menjaga bias kebijakan tetap hati-hati, dengan fokus pada seberapa lama guncangan inflasi berbasis energi dan logistik dapat bertahan.(arl)
Sumber: Newsmaker.id