S&P 500 Tembus Rekor Baru di Tengah Tensi Iran
Wall Street kembali mencetak rekor pada perdagangan Senin (11/5), didorong penguatan saham-saham teknologi utama, meskipun harga minyak melonjak setelah Presiden Donald Trump menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran.
Indeks S&P 500 naik 0,19% dan ditutup di level 7.412,84, sementara Nasdaq Composite menguat 0,1% ke 26.274,13. Kedua indeks sempat mencetak rekor intraday baru sebelum akhirnya mengunci penutupan tertinggi sepanjang masa. Dow Jones Industrial Average juga bertambah 95 poin atau 0,19% ke 49.704,47.
Kenaikan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Iran mengirimkan proposal baru kepada negosiator AS untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Proposal tersebut menekankan penghentian perang di semua front serta pencabutan sanksi terhadap Teheran.
Namun, Trump melalui media sosial menyebut respons Iran sebagai “TOTALLY UNACCEPTABLE!” dan menyatakan bahwa gencatan senjata yang telah berlangsung sekitar satu bulan kini berada dalam kondisi “on life support” dan “unbelievably weak.”
Meski sentimen geopolitik memanas, investor tetap fokus pada momentum kuat sektor teknologi yang menopang reli pasar. Pekan lalu, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melonjak lebih dari 2% dan 4%, menandai pekan kenaikan beruntun terpanjang sejak 2024. Dow juga mencatat kenaikan mingguan kelima dalam enam pekan terakhir.
Reli terbaru menunjukkan pasar saham AS masih bertahan di jalur bullish, meskipun risiko geopolitik dan ketidakpastian diplomasi terus membayangi sentimen global.(Arl)*
Sumber: Newsmaker.id