Sentimen Hormuz Mengganggu Asia!
Bursa Asia bergerak beragam pada Senin (11/05), dengan Korea Selatan memimpin penguatan setelah Kospi dibuka naik 3,67% ke rekor baru. Namun, sentimen kawasan tetap hati-hati karena menyiarkan harga minyak dan meningkatnya risiko geopolitik terkait Iran menaruh selera risiko global.
Kewaspadaan pasar meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang, menyebut tanggapan tersebut “sama sekali tidak dapat diterima”. Ketegangan juga diperkuat dengan pernyataan PM Israel Benjamin Netanyahu bahwa konflik “belum berakhir”, membuat pasar menilai eskalasi masih mungkin terjadi.
Risiko gangguan Selat Hormuz menjadi saluran utama tekanan pasar karena berpotensi mengganggu pasokan energi dan mendorong inflasi. WTI Juni naik 3,39% ke US$98,65/barel dan Brent Juli naik 3,37% ke US$104,66/barel (pada 20.06 ET), mempertegas kenaikan biaya energi yang bisa menekan aset berisiko.
Di pasar saham, Nikkei 225 naik 0,81% dan Topix naik 0,32%, sementara S&P/ASX 200 Australia turun 0,71%. Di Hong Kong, Hang Seng berjangka di 26.250, lebih rendah dari penutupan terakhir 26.393,71, menandakan pembukaan yang cenderung melemah.
Di sisi lain, penguatan Wall Street pekan lalu memberi bantalan, meski tidak cukup menghapus kekhawatiran geopolitik. S&P 500 naik lebih dari 2% dan Nasdaq naik lebih dari 4% pekan lalu, keduanya mencatat enam pekan kenaikan berturut-turut; tetapi pada awal pekan ini Dow, S&P 500, dan Nasdaq 100 turun sekitar 0,3%, menunjukkan pasar mulai memasang sikap defensif.
5 poin inti:
- Bursa Asia beragam; Kospi melonjak 3,67% dan mencetak rekor baru.
- Sentimen tertahan setelah Trump menolak usulan Iran; risiko eskalasi tetap tinggi.
- Lonjakan minyak (WTI +3,39%, Brent +3,37%) mengangkat risiko inflasi melalui kanal energi.
- Pergerakan regional beragam: Jepang menguat, Australia menguat, indikasi pembukaan Hong Kong cenderung turun.
- Wall Street masih menjadi penopang setelah reli pekan lalu, tetapi AS berjangka melemah menandakan selera risiko melemah. (asd)*
Sumber : Newsmaker.id