• Tue, May 12, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 May 2026 03:07  |

Damai Iran di Ujung Tanduk, Minyak Reli Tajam

Harga minyak ditutup melonjak hampir tiga persen pada perdagangan Senin (11/5) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “on life support.” Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa konflik belum akan segera berakhir dan Selat Hormuz masih tetap tertutup tanpa kepastian waktu pembukaan kembali.

Minyak Brent ditutup naik 2,88% di level US$104,21 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,78% ke US$98,07 per barel. Sepanjang sesi, Brent sempat menyentuh puncak US$105,99 dan WTI menembus US$100,37 sebelum kembali stabil.

Kenaikan ini berbalik dari pelemahan pekan lalu, ketika kedua acuan minyak mencatat penurunan mingguan sekitar enam persen di tengah harapan tercapainya kesepakatan damai yang memungkinkan kembali normalnya arus minyak melalui Selat Hormuz.

Namun sentimen berubah cepat setelah Trump menolak respons terbaru Iran terhadap proposal perdamaian AS dan menyebutnya “stupid” serta “totally unacceptable.” Iran dalam jawabannya menuntut penghentian perang di seluruh front, termasuk Lebanon, serta meminta kompensasi atas kerusakan perang, pencabutan sanksi, penghentian blokade laut AS, dan jaminan tidak ada serangan lanjutan.

Ketegangan ini membuat Selat Hormuz tetap tertutup, jalur vital yang selama ini menjadi nadi pengiriman minyak global. CEO Saudi Aramco menyebut dunia telah kehilangan sekitar satu miliar barel pasokan dalam dua bulan terakhir, dan pasar energi diperkirakan membutuhkan waktu panjang untuk kembali stabil bahkan jika arus minyak kembali dibuka.

Data Reuters juga menunjukkan produksi OPEC turun ke level terendah dalam lebih dari dua dekade pada April, akibat gangguan ekspor yang dipicu konflik. Sementara itu, ekspor minyak Arab Saudi ke China diperkirakan kembali menurun pada Juni karena harga tinggi dan pasokan yang lebih terbatas.

Di sisi geopolitik, Trump dijadwalkan tiba di Beijing pertengahan pekan ini untuk bertemu Presiden China Xi Jinping, dengan isu Iran menjadi salah satu agenda pembahasan utama.

Analis JPMorgan memperkirakan harga minyak akan bertahan di kisaran rendah US$100 untuk sisa tahun ini, dengan normalisasi pasar yang dipandang tidak akan terjadi secara cepat meskipun Selat Hormuz kembali dibuka.

Pasar kini bergerak di antara dua risiko besar: harapan diplomasi yang belum pasti dan potensi eskalasi konflik yang dapat kembali mengguncang pasokan energi global.(Arl)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai