S&P 500 Tembus 7.100 untuk Pertama Kalinya, Nasdaq Catat Reli Terpanjang sejak 1992
Saham AS melonjak pada Jumat (17/3) setelah Iran menyatakan Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka” untuk lalu lintas komersial, menyusul pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Perkembangan ini mendorong sentimen risk-on karena pasar menilai risiko gangguan energi dan eskalasi geopolitik mulai mereda.
Dow Jones Industrial Average melesat 869 poin atau 1,8%. S&P 500 naik 1,2% dan menembus 7.100 untuk pertama kalinya, sementara Nasdaq Composite menguat 1,5%, dengan keduanya mencetak rekor intraday baru. Russell 2000 juga menyentuh rekor baru, dengan indeks saham small-cap terakhir naik sekitar 2%.
Dalam unggahan di X pada Jumat, Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi menulis bahwa “sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon,” jalur Selat Hormuz bagi seluruh kapal komersial dinyatakan “sepenuhnya terbuka” untuk sisa periode gencatan senjata, melalui rute terkoordinasi sebagaimana diumumkan otoritas pelabuhan dan maritim Iran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan para pemimpin Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata 10 hari yang mulai berlaku pada pukul 17.00 ET pada Kamis. Paket sinyal de-eskalasi ini menjadi katalis utama reli ekuitas, terutama karena pasar sebelumnya sangat sensitif terhadap headline Selat Hormuz dan implikasinya terhadap inflasi serta kebijakan suku bunga.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id