Harga Emas Berfluktuasi Liar, Pasar Bingung Tentang Iran
Harga emas berfluktuasi pada hari Kamis setelah Amerika Serikat menyelesaikan serangkaian serangan baru terhadap Iran. Harga emas sempat berbalik tajam, naik hingga 1,1% dalam perdagangan yang bergejolak, setelah sebelumnya turun hampir dengan jumlah yang sama dan mendekati area US$4.000/oz.
Pada pukul 14.33 waktu Singapura, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$4.086,40/oz. Perak juga menguat 0,7% menjadi US$63,80/oz, sementara platinum dan paladium juga bergerak lebih tinggi. Indeks Dolar Bloomberg tetap relatif tidak berubah, sehingga pergerakan emas sebagian besar dipengaruhi oleh berita utama geopolitik dan reposisi investor.
Eskalasi terbaru terjadi setelah militer AS mengumumkan telah menyelesaikan serangan terhadap target di Iran. Presiden Donald Trump sebelumnya menuduh Teheran menunda pembicaraan perdamaian sementara terlalu lama. Sebagai tanggapan, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk semua pengiriman, yang segera meningkatkan kekhawatiran tentang aliran energi global.
Bagi emas, konflik ini menciptakan ketegangan dua arah. Di satu sisi, ketegangan geopolitik dapat meningkatkan permintaan akan aset aman. Namun, di sisi lain, gangguan di Selat Hormuz telah mendorong kenaikan harga minyak, meningkatkan risiko inflasi dan meningkatkan kemungkinan bank sentral mempertahankan atau menaikkan suku bunga. Saluran ini menjadi beban bagi emas karena logam ini tidak menawarkan imbal hasil.
Data inflasi AS juga memperkuat tekanan fundamental. CPI Mei naik 0,5% secara bulanan dan 4,2% secara tahunan, laju tercepat sejak awal 2023. Emas telah jatuh lebih dari 4% pada sesi sebelumnya setelah data tersebut dan sekarang sekitar 23% di bawah level pra-perangnya pada akhir Februari.
Secara teknis dan dari perspektif pasar, risiko terhadap emas tetap condong ke bawah. Penurunan di bawah rata-rata pergerakan 200 hari telah memicu tekanan jual tambahan, sementara minat terbuka pada kontrak berjangka emas Comex telah turun ke level terendah sejak 2009. Likuiditas yang lebih tipis ini membuat harga lebih rentan terhadap pergerakan tajam. Untuk saat ini, pelemahan emas mencerminkan pengurangan utang dan penataan ulang portofolio, bukan hilangnya fungsi emas sepenuhnya sebagai aset lindung nilai. (asd)
Sumber: Newsmaker.id