S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru, Pasar Abaikan Kekhawatiran Perang Iran
S&P 500 dan Nasdaq Composite ditutup pada rekor tertinggi baru pada Rabu (15/4), memperpanjang penguatan pekan ini karena investor tetap berharap perang Iran berpotensi segera berakhir. S&P 500 naik 0,8%, Nasdaq menguat 1,59%, sementara Dow Jones Industrial Average turun 72 poin atau 0,15%.
Jika tren ini berlanjut, penguatan Rabu menandai sesi positif ke-10 dalam 11 perdagangan terakhir untuk S&P 500, sekaligus memperpanjang reli Nasdaq menjadi 11 sesi beruntun.
Pasar saham menguat sepanjang pekan ini seiring meningkatnya ekspektasi bahwa kesepakatan damai AS–Iran dapat terwujud. S&P 500, yang disebut sudah memulihkan seluruh penurunan terkait perang Iran pada Senin, telah naik 3% pekan ini. Nasdaq dan Dow masing-masing bertambah lebih dari 4% dan 1% sepanjang pekan berjalan.
Thomas Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments, mengatakan pelaku pasar sebelumnya sempat mengurangi risiko menjelang konflik, namun ketika peluang skenario terburuk dinilai menurun, investor “terpaksa membeli” untuk mengejar pergerakan harga. Ia menambahkan, banyak pelaku pasar tidak ingin tertinggal saat pasar sedang naik.
Presiden AS Donald Trump kembali memberi dorongan pada sentimen, mengatakan dalam wawancara dengan Fox Business bahwa perang Iran “sangat dekat berakhir” dan menyatakan Iran ingin “membuat kesepakatan” secepatnya.
Bagi pasar, jalur transmisi utamanya berada pada turunnya premi risiko geopolitik yang mendorong risk appetite, terutama pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Fokus berikutnya tertuju pada sinyal konkret arah negosiasi AS–Iran, serta apakah penguatan indeks melebar di luar sektor teknologi.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id