Bursa Eropa Menguat Ditengah Menurunnya Harga Minyak
Saham-saham Eropa dibuka menguat pada Selasa (14/04), sementara harga minyak terkoreksi sebesar US$100 per barel. Penurunan ini terjadi seiring dengan investor yang mencermati sinyal potensi kemajuan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Seorang pejabat AS yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa ada momentum maju dalam pembicaraan Washington dengan Teheran. Bersamaan dengan itul, Presiden Donald Trump juga mengatakan bahwa Gedung Putih telah dihubungi oleh pejabat Iran.
Meski demikian, sentimen pasar tetap berhati-hati setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade baru terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang menambah ketidakpastian atas eskalasi konflik. Pada pukul 07:11 GMT, Stoxx 600 naik 0,6%, DAX Jerman menguat 1,0%, CAC 40 Prancis naik 0,4%, dan FTSE 100 Inggris bertambah 0,3%.
Dari Asia, pasar Eropa mendapat dukungan dari penguatan indeks saham regional, namun fokus cepat beralih ke pergerakan energi. Brent turun 1,5% ke US$97,88 per barel dan WTI melemah 3,4% ke US$95,78 per barel, meski keduanya masih berada di atas level sebelum perang. International Energy Agency (IEA) memperingatkan harga minyak belum sepenuhnya mencerminkan besarnya guncangan pasokan akibat perang Iran.
Di sisi korporasi, LVMH (induk Dior) menyatakan konflik di Timur Tengah memangkas setidaknya 1% dari total penjualan grup, menekan optimisme pemulihan awal sektor barang mewah. Pasar juga menanti rilis kinerja Kering yang dijadwalkan setelah penutupan perdagangan Eropa hari ini, yang berpotensi memberi petunjuk lanjutan soal daya tahan permintaan di segmen luxury. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id