Wall Street Melonjak Usai Trump Tunda Serangan Iran
Indeks saham utama AS menguat luas pada Senin (23/3) setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia memerintahkan militer untuk menunda serangan terhadap pembangkit listrik Iran menyusul “pembicaraan produktif” dengan Teheran. Pernyataan itu memicu pemulihan cepat pada aset berisiko setelah pasar sebelumnya tertekan oleh ancaman serangan terhadap jaringan listrik Israel dan Iran.
Namun Iran membantah klaim tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan tidak ada pembicaraan dengan AS dan syarat mereka untuk mengakhiri perang tidak berubah. Seorang sumber mengatakan pejabat Israel meyakini AS dan Iran masih berpeluang menggelar pembicaraan pekan ini, menjaga pasar tetap sensitif terhadap headline diplomasi.
Pemulihan merembet ke pasar global: STOXX 600 di Eropa dan logam mulia menguat tipis, sementara harga minyak turun, menandakan risk appetite membaik. Perubahan arah minyak menjadi kunci karena meredakan kekhawatiran inflasi energi yang sebelumnya mendorong repricing suku bunga lebih hawkish.
Pasar suku bunga ikut menyesuaikan. Investor memangkas taruhan kenaikan suku bunga The Fed, dengan pricing CME FedWatch untuk skenario Desember berubah signifikan—probabilitas yang sebelumnya di atas 50% turun menjadi sekitar 24%. Pekan lalu, pasar sempat menggeser ekspektasi hingga mengarah pada tidak ada pelonggaran pada 2026 setelah The Fed bernada hawkish, memproyeksikan inflasi lebih tinggi dan hanya satu pemangkasan tahun ini.
Pada 11:43 a.m. ET, Dow Jones naik 888,09 poin (+1,95%) ke 46.465,56, S&P 500 naik 108,40 poin (+1,67%) ke 6.614,88, dan Nasdaq naik 399,63 poin (+1,85%) ke 22.047,64. Ketiga indeks berada di jalur mencetak kenaikan harian terbesar sejak 6 Februari. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id