Saham AS Turun Hari Kedua, Tapi Pangkas Kerugian saat Reli Minyak Mereda
Saham-saham AS memangkas kerugian pada Kamis (19/3), sementara harga minyak terkoreksi, ketika Wall Street terus memantau perkembangan terbaru perang Iran. Meski ditutup melemah untuk hari kedua beruntun, indeks-indeks utama berhasil bangkit dari level terendah sesi setelah tekanan dari reli minyak mereda.
S&P 500 turun 0,28%, dan Nasdaq Composite juga turun 0,28%. Dow Jones Industrial Average melemah 203,2 poin atau 0,44%. Sebelumnya, indeks sempat tertekan lebih dalam: Dow sempat turun hampir 500 poin (sekitar 1,1%), sementara S&P 500 dan Nasdaq sempat turun masing-masing sekitar 1% dan 1,4%.
Harga minyak berbalik turun ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan kepada media. Netanyahu mengatakan Israel membantu AS “dalam intelijen dan cara lain” untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ia juga menyatakan Iran sudah kehilangan kemampuan memperkaya uranium dan membuat rudal balistik, serta mengisyaratkan perang bisa berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.
Seiring komentar tersebut, WTI diperdagangkan di sekitar $94 per barel setelah turun sekitar 2%. Sementara Brent sebagai patokan internasional turun hampir 1% di sekitar $106 per barel.
Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak setelah Iran pada Rabu menyerang fasilitas ekspor LNG utama di Qatar, sebagai balasan atas serangan Israel terhadap ladang gas raksasa Iran, South Pars. Lonjakan energi inilah yang sempat menekan ekuitas sebelum akhirnya tekanan mereda ketika minyak terkoreksi.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id