Bursa Eropa Merosot, Eskalasi Serangan Energi Picu Risk-Off
Saham-saham Eropa jatuh pada Kamis(19/3) setelah perang Iran meningkat menyusul serangan terhadap infrastruktur energi di Iran dan Qatar. Pada awal perdagangan, FTSE 100 Inggris turun 1,15%, DAX Jerman melemah 1,4%, CAC 40 Prancis turun 1%, dan FTSE MIB Italia terkoreksi 1,2%, menandai kembalinya mode risk-off di pasar regional.
Sektor pertambangan memimpin penurunan, dengan Stoxx Europe Basic Resources turun 4,5% pada 08:45 waktu London, mengikuti aksi jual tajam emas dan perak spot yang masing-masing turun 2,6% dan 6,9%. Di Inggris, Antofagasta dan Fresnillo sama-sama turun sekitar 6%, di tengah kekhawatiran inflasi dan lonjakan biaya energi yang berpotensi menekan margin produsen. Pelemahan meluas ke sektor lain, termasuk perbankan dan pariwisata.
Eskalasi terbaru terjadi pada Rabu ketika Israel menyerang ladang gas South Pars di Iran, yang direspons Teheran dengan serangan rudal ke terminal LNG Ras Laffan di Qatar. Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa jika Iran terus menargetkan fasilitas energi Qatar, AS akan melakukan serangan besar terhadap South Pars. Harga minyak kembali melonjak menyusul serangan dan komentar tersebut, menambah tekanan inflasi dan memperburuk sentimen ekuitas.
Fokus pasar Eropa juga tertuju pada keputusan kebijakan moneter bank sentral kawasan pada Kamis, termasuk ECB, Bank of England, Riksbank, dan Swiss National Bank. Pasar secara luas memperkirakan suku bunga tetap ditahan, sementara pembuat kebijakan menilai dampak perang Iran terhadap pertumbuhan dan inflasi—khususnya melalui kanal energi—yang bisa mengubah jalur kebijakan ke depan.
Di pasar global, kontrak berjangka saham AS melemah tipis setelah Dow Jones mencetak level terendah baru tahun 2026. Tekanan risk-off diperkuat oleh laporan harga produsen AS yang mengejutkan dan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, memicu kekhawatiran bahwa perang Iran dapat mendorong ekonomi AS menuju skenario stagflasi. Bursa Asia-Pasifik juga turun pada Kamis, mengikuti pelemahan Wall Street.(alg)
Sumber: Newmaker.id