Wall Street Menguat, Minyak di Atas US$100 Saat Pasar Pantau Koalisi Hormuz
S&P 500 naik pada Selasa (17/3), melanjutkan momentum sesi sebelumnya ketika investor memantau perkembangan perang Iran yang terus memengaruhi sentimen risiko. Indeks acuan itu menguat 0,7%, Nasdaq naik 0,6%, sementara Dow Jones bertambah 440 poin atau 0,9%.
Pergerakan pasar tetap sensitif terhadap volatilitas minyak. Pada Selasa pagi, minyak menguat lebih dari 1% dengan Brent kembali bertahan di atas US$100 per barel, memperkuat kekhawatiran bahwa gangguan pasokan energi dapat bertahan selama konflik belum menunjukkan jalur de-eskalasi yang jelas.
Kenaikan minyak terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan rencana koalisi untuk melindungi pelayaran di Selat Hormuz masih berjalan. Trump mengakui ada negara yang “kurang antusias” untuk ikut mengawal tanker, namun ia mendorong negara lain segera terlibat, sembari menyebut sebagian pihak sudah mulai bergerak.
Lonjakan minyak sejak serangan AS-Israel terhadap Iran didorong risiko penutupan Hormuz yang berkepanjangan, mengingat jalur tersebut krusial bagi distribusi energi global. Setiap sinyal terkait pengawalan atau pemulihan arus tanker berpotensi menggeser premi risiko secara cepat dan memicu perubahan sentimen lintas aset.
Pasar juga mencermati eskalasi di lapangan setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan kepala keamanan Iran, Ali Larijani, tewas dalam serangan udara semalam. Perkembangan geopolitik dan respons kebijakan keamanan pelayaran akan menjadi variabel kunci berikutnya bagi minyak, inflasi, dan daya tahan reli ekuitas AS. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id