Ekonomi Inggris Kontraksi, Sektor Jasa Jadi Beban Utama
Ekonomi Inggris menyusut pada April, menandai kontraksi bulanan pertama sejak Agustus tahun lalu. GDP Inggris turun 0,1% MoM, sesuai ekspektasi pasar, setelah sebelumnya tumbuh 0,3% pada Maret.
Tekanan utama datang dari sektor jasa yang turun 0,2%. Kontributor negatif terbesar berasal dari aktivitas administrasi dan jasa pendukung yang melemah 2,2%, serta sektor seni, hiburan, dan rekreasi yang turun 4,3%.
Perdagangan grosir dan ritel juga ikut menekan pertumbuhan. Kategori ini, termasuk perbaikan kendaraan bermotor, turun 0,4%, sementara ritel di luar kendaraan bermotor dan sepeda motor melemah lebih dalam sebesar 1,3%.
Namun, tidak semua sektor melemah. Informasi dan komunikasi menjadi penopang utama dengan kenaikan 1,1%, sekaligus mencatat pertumbuhan bulanan keenam berturut-turut. Ini menunjukkan sektor digital masih menjadi salah satu bagian ekonomi Inggris yang relatif kuat.
Bagi pasar, kontraksi GDP memperkuat sinyal bahwa ekonomi Inggris masih rapuh. Data ini dapat membatasi ruang Bank of England untuk bersikap terlalu agresif, terutama jika perlambatan aktivitas mulai menekan konsumsi dan sektor jasa. Namun arah pound tetap bergantung pada kombinasi data inflasi, pasar tenaga kerja, dan sinyal kebijakan BoE berikutnya.(asd)
Source: Newsmaker.id