Saham AS Ditutup Turun, Reli Minyak dan Perang Teluk Tekan Sentimen
Saham-saham AS ditutup melemah tajam pada Kamis (12/3), seiring investor menavigasi eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia yang mendorong harga minyak kembali mendekati US$100 per barel.
Indeks S&P 500 dan Dow Jones masing-masing turun 1,5%, sementara Nasdaq merosot 1,7%, mencerminkan kembalinya kekhawatiran bahwa perang yang belum menunjukkan jalur penyelesaian cepat akan memperpanjang tekanan biaya energi dan memperburuk risiko inflasi.
Di pasar energi, minyakk Brent ditutup di atas US$100 per barel setelah retorika keras dari pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang menyatakan Selat Hormuz harus tetap ditutup untuk menekan rival internasional. Pasar sebagian besar mengabaikan rencana pelepasan terkoordinasi 400 juta barel dari cadangan darurat oleh IEA, karena pelaku pasar menilai langkah tersebut belum memberi kepastian pemulihan arus pasokan di jalur strategis.
Tekanan juga terlihat pada sektor keuangan. Saham Morgan Stanley turun 4,1% setelah perusahaan membatasi penarikan dana dari produk private credit, menambah beban pada saham-saham finansial di tengah meningkatnya kekhawatiran risiko likuiditas dan kondisi pembiayaan.
Di sisi kebijakan moneter, pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan pekan depan sambil menunggu kejelasan dampak ekonomi dari perang, terutama melalui jalur energi, inflasi, dan sentimen konsumsi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id