Dow Tergelincir saat Minyak Kembali Naik di Tengah Konflik Iran
Indeks Dow Jones Industrial Average melemah tipis pada Rabu (11/3) ketika investor terus memantau perkembangan perang AS–Iran dan pergerakan harga minyak, sekaligus menimbang rilis data inflasi konsumen AS yang menjadi penentu arah suku bunga.
Indeks 30 saham itu turun 82 poin atau 0,2%. Sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite justru menguat masing-masing 0,2% dan 0,4%, menunjukkan pasar saham bergerak bervariasi di tengah volatilitas geopolitik dan makro.
Di pasar energi, kontrak berjangka WTI naik sekitar 2% ke area $85 per barel, sementara Brent juga menguat sekitar 2% di kisaran $89 per barel. Meski minyak naik lagi, pelaku pasar mendapat sedikit “napas” dari prospek rilis cadangan besar-besaran oleh sejumlah negara untuk meredam tekanan pasokan selama konflik masih berlangsung.
Sejumlah laporan menyebut International Energy Agency (IEA) akan mengumumkan pada hari yang sama rencana rilis cadangan minyak darurat dalam skala historis. Goldman Sachs menilai rencana rilis itu berpotensi mengimbangi sekitar 12 hari dari estimasi gangguan ekspor sebesar 15,4 juta barel per hari. Dalam asumsi mereka, langkah tersebut bisa memangkas sekitar $7 dari harga minyak, apabila sekitar 50% dari stok darurat yang dirilis tetap berada dalam penyimpanan komersial OECD.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id