Bursa Eropa Dibuka Melemah, Eskalasi Timur Tengah Tekan Sentimen
Saham-saham Eropa dibuka lebih rendah pada Rabu(11/3), dengan pelaku pasar memantau intensifikasi operasi militer di Timur Tengah. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 turun hampir 0,8% tak lama setelah pembukaan, sementara FTSE 100 London melemah 0,7%, DAX Jerman turun 1,2%, dan CAC 40 Prancis turun 0,6%. FTSE MIB Italia juga turun 0,8%.
Di Jerman, saham Rheinmetall turun 4,2% pada pembukaan meski perusahaan melaporkan penjualan setahun penuh 9,94 miliar euro dan laba 1,68 miliar euro. Perusahaan menyebut berada pada “posisi utama” untuk membantu AS mengisi kembali persediaan rudal yang digunakan dalam perang dengan Iran, serta memperkirakan belanja pengisian ulang rudal dan pertahanan udara akan meningkat.
Ketegangan geopolitik menjadi pemicu utama sentimen risk-off. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Selasa memperingatkan AS akan melancarkan serangan paling intensif terhadap Iran. Komando Pusat AS kemudian menyatakan pasukannya menenggelamkan beberapa kapal Iran—termasuk 16 kapal penyebar ranjau—di dekat Selat Hormuz, di tengah laporan bahwa Teheran berupaya memasang ranjau di jalur air tersebut.
Presiden AS Donald Trump turut menambah perhatian pasar lewat unggahan yang menuntut ranjau di Selat Hormuz “disingkirkan segera,” serta klaim bahwa 10 kapal penyebar ranjau yang tidak aktif telah ditenggelamkan dan “lebih banyak lagi akan menyusul.” Situasi ini menjaga ketidakpastian terkait keamanan energi dan jalur logistik global.
Di luar geopolitik, pasar juga mencerna musim laporan kinerja emiten termasuk Porsche, Henkel, dan Geberit, serta rilis data inflasi Jerman. Di AS, kontrak berjangka saham bergerak mendekati datar menjelang rilis CPI yang diperkirakan naik 2,4% secara tahunan, menjadi penentu ekspektasi suku bunga dan arah dolar dalam jangka pendek.(alg)
Sumber: Newsmaker.id