Dow Anjlok 700 Poin saat Minyak Tembus $100, Ketakutan Stagflasi Membesar
Saham-saham AS ambles di awal pekan setelah minyak mentah AS menembus $100 per barel, memicu kekhawatiran AS memasuki lingkungan stagflasi—kombinasi inflasi yang naik dan pertumbuhan yang melambat.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 716 poin atau 1,5%, setelah pekan sebelumnya mencatat penurunan mingguan terbesar dalam hampir setahun. S&P 500 melemah 1,2%, sementara Nasdaq Composite turun 1%. Cboe Volatility Index (VIX), indikator “ketakutan” Wall Street yang mencerminkan permintaan proteksi di pasar opsi, menembus level 30 untuk pertama kalinya sejak aksi jual yang dipicu isu tarif pada April 2025.
Di pasar energi, WTI menembus $100 per barel pada perdagangan overnight dan sempat menyentuh di atas $119—untuk pertama kalinya kembali berada di atas $100 sejak 2022 saat pasar bereaksi terhadap dampak invasi Rusia ke Ukraina. Terakhir, WTI naik sekitar 11% di area $101 per barel. Patokan global Brent juga naik sekitar 11% ke $102 per barel. Sebagai gambaran, harga minyak AS memulai tahun ini di bawah $60 per barel.
Lonjakan kontrak minyak terjadi setelah produsen utama Timur Tengah memangkas produksi akibat penutupan berkepanjangan jalur penting Selat Hormuz. Kuwait mengumumkan pemangkasan produksi namun tanpa merinci besarnya, sementara Irak dilaporkan mengalami penurunan produksi hingga 70%.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id