Bursa Eropa Tergelincir, Lonjakan Minyak Tekan Sentimen di Awal Pekan
Saham-saham Eropa jatuh tajam pada Senin(9/3), membuka pekan dengan tekanan kuat seiring lonjakan harga minyak mentah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Pada pukul 04:05 ET (08:05 GMT), DAX Jerman turun 2,1%, CAC 40 Prancis melemah 2,4%, dan FTSE 100 Inggris turun 1,6%.
Sentimen memburuk setelah konflik di Timur Tengah meningkat sepanjang akhir pekan, ketika AS dan Israel melancarkan gelombang serangan udara baru di Iran, termasuk menghantam sejumlah target seperti depot minyak. Eskalasi tersebut memperbesar premi risiko energi dan memicu repricing pada aset berisiko, terutama di kawasan yang sensitif terhadap biaya energi.
Di sisi pasokan, sejumlah produsen utama Timur Tengah—Kuwait, Iran, dan Uni Emirat Arab—dilaporkan mengurangi produksi karena lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz hampir terhenti sejak perang dimulai sepekan lalu. Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga gangguan berkepanjangan memperbesar risiko pengetatan pasokan.
Harga minyak pun melesat ke level yang belum terlihat sejak 2022. Brent berjangka naik 15% ke US$106,55 per barel, sementara WTI AS naik 12% ke US$101,92 per barel. Lonjakan energi ini menjadi kanal tekanan utama bagi bursa Eropa karena meningkatkan risiko inflasi dan memperburuk prospek pertumbuhan, terutama jika konflik berlanjut dan volatilitas harga minyak tetap tinggi.(alg)
Sumber: Newsmaker.id