Yen Kembali Melemah, Efek Intervensi Mulai Hilang
Yen Jepang kembali melemah melewati level 159 per dolar AS pada perdagangan Selasa (11/08). Pelemahan ini membuat yen kehilangan sekitar setengah dari kenaikan yang diperoleh setelah intervensi besar Jepang dan Amerika Serikat pada akhir Juli.
Intervensi tersebut sebelumnya dilakukan ketika yen jatuh ke level terendah dalam sekitar 40 tahun. Namun, pasar mulai kecewa karena belum ada langkah lanjutan yang cukup kuat untuk mempertahankan penguatan mata uang Jepang.
Tekanan terhadap yen masih datang dari faktor fundamental. Selisih suku bunga Jepang dan Amerika Serikat tetap lebar, sementara kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Jepang serta tingginya biaya energi dan impor turut membebani mata uang tersebut.
Harga minyak yang tinggi menjadi masalah tambahan bagi Jepang karena negara ini sangat bergantung pada impor energi. Yen yang lemah membuat biaya impor semakin mahal dan berpotensi memperbesar tekanan inflasi domestik.
Bank of Japan juga mulai menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi. Dalam ringkasan pandangan rapat Juli, salah satu anggota bahkan membuka kemungkinan bahwa laju kenaikan suku bunga dapat dipercepat apabila tekanan harga terus meningkat.
Analisis Newsmaker: Area 159–160 per dolar menjadi level penting bagi yen. Pelemahan lebih lanjut dapat meningkatkan spekulasi intervensi baru dari Tokyo maupun dukungan Washington. Namun, tanpa penyempitan selisih suku bunga AS-Jepang, penguatan yen berpotensi sulit bertahan dalam jangka panjang.(asd)
Sumber: Newsmaker.id