Yen Jatuh ke Level Terlemah Sejak 1986
Yen Jepang melemah ke level terendah tahun ini dan mencetak posisi terlemah sejak 1986. Tekanan terjadi saat dolar AS menguat, didukung kenaikan imbal hasil Treasury dan harga minyak.
Pasangan USD/JPY naik 0,2% dan menyentuh level 162,89. Angka ini melampaui puncak sebelumnya pada 1 Juli, sekaligus menegaskan tekanan besar terhadap mata uang Jepang.
Penguatan dolar AS juga terlihat dari Bloomberg Dollar Spot Index yang naik 0,1%. Dolar mendapat dukungan karena investor masih mencermati risiko inflasi dari kenaikan harga minyak dan potensi suku bunga tinggi di Amerika Serikat.
Di pasar obligasi, Treasury AS melemah di seluruh tenor. Yield Treasury 10 tahun naik 4 basis poin ke level 4,63%, membuat daya tarik dolar semakin kuat dibandingkan yen yang masih dibebani kebijakan moneter Jepang.
Sementara itu, EUR/USD bergerak stabil di 1,1412, sedangkan GBP/USD turun 0,4% ke 1,3382. Pergerakan ini menunjukkan dolar AS masih menjadi mata uang yang lebih dominan di tengah tekanan global.
Dampaknya ke market, pelemahan yen dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi intervensi dari otoritas Jepang. Jika USD/JPY terus menembus level baru, pasar bisa semakin sensitif terhadap komentar pemerintah Jepang, sementara dolar AS berpeluang tetap kuat selama yield Treasury dan harga minyak masih tinggi.(arl)
Sumber : Newsmaker.id