Emas Naik, Aksi Beli Mulai Masuk
Harga emas menguat pada perdagangan Selasa (21/07), didorong aksi beli saat harga turun atau dip-buying. Pelaku pasar masih memantau perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama dampaknya terhadap harga energi dan inflasi global.
Emas bergerak di kisaran sempit sekitar US$4.000 per troy ounce setelah pada sesi sebelumnya ditutup melemah 0,2%. Spot gold naik 0,7% ke sekitar US$4.033,88 per troy ounce, sementara perak ikut menguat 1,9% ke US$57,47 per troy ounce.
Ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian utama. Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap target Iran, sementara Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Teheran akan “membayar” atas kematian tiga tentara AS.
Risiko juga meluas setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengancam akan memblokade jalur maritim Arab Saudi. Meski begitu, Iran menyebut mediator masih menghubungi Teheran dengan proposal untuk meredakan konflik, termasuk usulan penghentian serangan selama 10 hari.
Dari sisi fundamental, emas masih berada dalam tarik-menarik. Konflik Timur Tengah memberi dukungan safe haven, tetapi kenaikan harga energi dapat memicu inflasi dan membuat The Fed tetap membuka peluang kenaikan suku bunga. Kondisi ini menjadi beban bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Dampaknya ke market, area US$4.000 masih menjadi support psikologis penting bagi emas. Selama level ini bertahan, peluang rebound masih terbuka. Namun, kenaikan emas bisa tetap terbatas jika harga minyak kembali naik dan ekspektasi suku bunga tinggi The Fed belum mereda.(asd)*
Sumber : Newsmaker.id