USD/JPY Tertahan, Yen Bangkit di Tengah Harapan Damai Timur Tengah
USD/JPY masih jadi perhatian pasar pada perdagangan Rabu, 1 April 2026, setelah yen berhasil pulih dari level terendah tahun ini. Reuters melaporkan yen sempat bangkit dari 160,46 per dolar dan kembali bergerak di bawah level psikologis 160, dengan posisi terakhir sekitar 158,73 per dolar. Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan beli dolar mulai sedikit mereda, meski pasar masih sangat hati-hati.
Salah satu pemicu utamanya datang dari harapan meredanya konflik di Timur Tengah. Setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer AS terhadap Iran bisa berakhir dalam dua hingga tiga minggu, pasar mulai mengurangi posisi defensif di dolar. Kondisi ini ikut mendorong pembalikan dari tema lama buy dollar, sell yen, meski Reuters menegaskan sentimen damai ini belum sepenuhnya solid karena masih ada sinyal eskalasi dari lapangan.
Dari sisi Jepang, yen juga mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan bisa kembali menaikkan suku bunga pada April. Survei Tankan menunjukkan sentimen manufaktur besar Jepang naik ke +17 pada Maret, tertinggi sejak Desember 2021, sementara ekspektasi inflasi korporasi juga meningkat. Pasar bahkan mulai memperkirakan peluang sekitar 70% untuk kenaikan suku bunga BOJ bulan ini.
Meski begitu, ruang penguatan yen belum sepenuhnya terbuka. Reuters menilai dolar masih ditopang oleh sikap Federal Reserve yang hati-hati terhadap pemangkasan suku bunga, sementara data tenaga kerja AS akhir pekan ini bisa jadi penentu arah berikutnya. Dengan kata lain, USD/JPY saat ini sedang berada dalam fase tarik-ulur, di mana dolar masih punya fondasi kuat, tetapi yen juga mulai mendapat tenaga dari ekspektasi kebijakan BOJ.
Penyebab
1. Harapan de-eskalasi Timur Tengah
Komentar Trump soal kemungkinan berakhirnya perang dalam dua sampai tiga minggu menurunkan permintaan terhadap dolar sebagai safe haven, sehingga yen mendapat ruang untuk pulih.
2. Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ
Data Tankan yang lebih kuat dan naiknya ekspektasi inflasi perusahaan Jepang memperbesar peluang BOJ menaikkan suku bunga pada April, yang mendukung yen.
Hal yang perlu diperhatikan
1. Data tenaga kerja AS dan arah kebijakan The Fed
Laporan payrolls AS minggu ini bisa mengubah ekspektasi pasar soal pemangkasan suku bunga Fed. Kalau data kuat, dolar bisa menguat lagi; kalau lemah, USD/JPY bisa makin turun.
2. Keputusan dan sinyal terbaru dari BOJ
Pasar sekarang makin sensitif terhadap peluang kenaikan suku bunga Jepang. Kalau BOJ memberi sinyal lebih hawkish, yen bisa lanjut menguat. Tapi kalau hati-hati, USD/JPY bisa tetap bertahan di area atas 150-an.(CP)
Sumber: Newsmaker.id