Brent Turun 2% Dekati $93, Pasar Cermati Ketidakpastian AS-Iran dan Hormuz
Harga minyak Brent terkoreksi pada Selasa (02/06), turun sekitar 2% menuju $93 per barel setelah melonjak 4,2% pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan pasar yang masih rapuh di tengah ketidakpastian negosiasi AS-Iran serta prospek kelancaran pengiriman energi melalui Selat Hormuz.
Volatilitas tetap tinggi karena kekhawatiran bahwa arus energi dari Teluk Persia bisa terganggu lebih lama dari perkiraan. Harga sempat melonjak pada Senin setelah muncul laporan bahwa Iran menangguhkan pembicaraan dengan Washington sebagai respons atas operasi militer Israel di Lebanon, sebelum reli mereda ketika Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi masih berlangsung.
Trump juga mengatakan nota kesepahaman (MoU) untuk membuka kembali Selat Hormuz bisa dicapai paling cepat pekan depan, meski beberapa isu kunci belum terselesaikan. Namun, pesan yang saling berbeda antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait situasi di Lebanon menambah lapisan ketidakpastian bagi pasar energi.
Di sisi lain, pejabat Lebanon menyebut pembahasan lanjutan gencatan senjata dijadwalkan berlangsung pekan ini. Kombinasi perkembangan diplomasi yang belum solid dan risiko operasional di jalur pelayaran strategis membuat pasar cenderung bergerak dua arah: koreksi terjadi setelah reli tajam, tetapi premi risiko pasokan belum sepenuhnya hilang.
Ke depan, harga Brent kemungkinan tetap sensitif pada headline seputar status pembicaraan AS-Iran, detail dan waktu implementasi kesepakatan terkait Hormuz, serta sinyal kemajuan gencatan senjata di Lebanon. Selama ketiga faktor itu belum memberikan kejelasan, ruang volatilitas tetap terbuka meski terjadi aksi ambil untung jangka pendek. (asd)
5 Inti Poin:
- Brent turun sekitar 2% menuju $93 per barel setelah melonjak 4,2% pada sesi sebelumnya.
- Pasar menimbang ketidakpastian negosiasi AS-Iran dan masa depan pengiriman melalui Selat Hormuz.
- Harga sempat terdorong oleh laporan Iran menangguhkan pembicaraan, lalu mereda setelah Trump menyebut negosiasi berlanjut.
- Trump menyatakan MoU pembukaan kembali Hormuz bisa tercapai paling cepat pekan depan, tetapi isu penting masih belum selesai.
- Pesan campuran Trump-Netanyahu dan agenda pembahasan gencatan senjata Lebanon pekan ini menjaga volatilitas.
Sumber: Newsmaker.id