Emas Turun Saat Negosiasi AS-Iran Mandek
Harga emas mengalami penurunan pada hari Senin (1/6), karena upaya diplomatik untuk mengakhiri perang di Iran masih belum menunjukkan tanda-tanda kesepakatan. Kekhawatiran terhadap potensi lonjakan inflasi akibat harga energi tetap membayangi pasar.
Pada pukul 09:51 waktu timur AS (13:51 GMT), spot gold turun 1,7% menjadi $4.462,54 per ons, sementara futures gold turun 2,3% ke $4.487,80 per ons.
David Morrison, Senior Market Analyst di Trade Nation, mencatat bahwa investor tetap berhati-hati karena perbedaan signifikan mengenai program nuklir Iran dan masa depan Selat Hormuz meningkatkan ketidakpastian.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa tim negosiasi Iran menghentikan komunikasi dengan AS melalui mediator menyusul serangan Israel di Lebanon, menurut Tasnim News Agency. Iran juga menegaskan rencana untuk menutup sepenuhnya Selat Hormuz dan mengaktifkan jalur lain termasuk Bab El-Mandeb, jalur maritim vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Ketegangan meningkat setelah militer AS menyerang situs radar dan kendali drone di Iran, sebagai respons atas penembakan drone Amerika oleh Tehran selama akhir pekan. Iran kemudian melancarkan serangan balasan, sementara Kuwait melaporkan telah mencegat tembakan drone dan rudal.
Situasi ini mendorong investor menilai ulang posisi aset safe-haven, dengan emas menghadapi tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi dan risiko geopolitik yang meningkat, sementara potensi inflasi energi terus membayangi prospek pasar global.(yds)*
Sumber: Newsmaker.id