• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

2 June 2026 07:21  |

Emas Tertahan, Sinyal AS–Iran yang buat Pasar Gelisah

Harga emas menahan pelemahan pada Selasa (02/6) setelah turun tajam sehari sebelumnya, ketika pasar masih mencerna pesan yang saling bertabrakan dari AS dan Iran soal jalan diplomatik untuk mengakhiri perang. Bullion bergerak di sekitar US$4.485 per troy ounce setelah jatuh 1,2% pada Senin, menandakan pelaku pasar belum berani mengambil posisi agresif di tengah ketidakpastian.

Kebingungan dipicu perkembangan terbaru di sekitar Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran masih berjalan “dengan cepat” dan mengklaim Israel serta Hezbollah sepakat menghentikan saling serang. Di sisi lain, Iran mengancam akan menghentikan pertukaran diplomatik dan bahkan menutup penuh jalur pelayaran strategis itu. Narasi yang tidak sinkron ini membuat pasar sulit menilai apakah de-eskalasi benar-benar terjadi atau hanya bersifat sementara.

Dampaknya terlihat di aset lain. Minyak mencatat kenaikan harian terbesar dalam sekitar satu bulan pada Senin karena pasar kembali memasukkan premi risiko pasokan. Yield obligasi dan dolar AS juga naik, kombinasi yang biasanya tidak ramah untuk emas karena logam mulia tidak memberi imbal hasil dan dihargai dalam dolar.

Tekanan tambahan datang dari data ekonomi AS. Aktivitas manufaktur AS pada Mei dilaporkan ekspansif dengan laju tercepat dalam empat tahun. Dengan pertumbuhan yang tetap kuat, pasar menilai The Fed punya alasan lebih kecil untuk segera melonggarkan kebijakan demi mendorong konsumsi, sehingga narasi suku bunga “lebih tinggi lebih lama” kembali menguat.

Di titik ini, emas berada dalam posisi tarik-menarik: risiko geopolitik bisa mendukung permintaan lindung nilai, tetapi penguatan yield dan dolar menahan ruang kenaikan. Karena itu, harga cenderung stabil di area bawah setelah pelemahan Senin, sambil menunggu kepastian headline berikutnya.

Pada perdagangan Asia pukul 07:07 di Singapura, emas spot tercatat nyaris tidak berubah di US$4.486,28 per ounce. Perak naik 0,2% ke US$74,97, sementara platinum dan palladium menguat tipis. Bloomberg Dollar Spot Index datar setelah ditutup naik 0,3% pada sesi sebelumnya.

5 inti poin :

- Emas bertahan di sekitar US$4.485 setelah turun 1,2% pada Senin.

- Pesan AS–Iran saling bertentangan: Trump klaim negosiasi cepat, Iran ancam tutup Hormuz.

- Lonjakan minyak, naiknya yield, dan dolar membatasi pemulihan emas.

- Data manufaktur AS menguat, memperkecil urgensi pelonggaran The Fed.

- Pasar tetap headline-driven: arah emas bergantung pada Hormuz, dolar, dan ekspektasi suku bunga.(asd)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai