Yen Jepang Melemah Usai Data CPI Tokyo Melunak
Nilai tukar USD/JPY menarik pembeli baru pada hari Selasa setelah rilis data CPI Tokyo yang lebih rendah dari perkiraan. Data tersebut menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dan melemahkan Yen Jepang di tengah kekhawatiran ekonomi global. Penguatan dolar AS, didorong oleh ekspektasi hawkish dari Federal Reserve, semakin mendukung pasangan mata uang ini. Setelah rebound pada hari sebelumnya dari area 159,35-159,30, USD/JPY melanjutkan kenaikan moderat pada sesi Asia meskipun sempat terhenti menjelang level psikologis 160,00.
Laporan pemerintah yang dirilis hari ini menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) Tokyo – ibu kota Jepang – melambat dari 1,5% bulan lalu menjadi 1,4% pada Maret, mencatatkan kenaikan terendah sejak Maret 2022. Selain itu, CPI inti yang tidak termasuk harga makanan segar, naik 1,7% pada bulan yang dilaporkan, dibandingkan dengan 1,8% pada Februari. CPI inti yang mengecualikan harga makanan segar dan energi naik 2,3% pada Maret, turun dari 2,5% pada bulan sebelumnya. Data ini meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga segera oleh BoJ, terutama di tengah kekhawatiran ekonomi akibat perang di Iran, yang semakin melemahkan Yen Jepang.
Kondisi ini, ditambah dengan penguatan USD, memberikan dukungan bagi pasangan USD/JPY. Pasar kini sepenuhnya menghapus kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS, dengan taruhan yang meningkat pesat untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini, terkait lonjakan inflasi yang dipicu oleh perang. Ini mengangkat USD ke posisi tertinggi sepanjang tahun ini.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk Urusan Internasional, Atsushi Mimura, memberikan sinyal kuat pada hari Senin dengan mengatakan bahwa pihak berwenang siap mengambil tindakan tegas jika gerakan spekulatif di pasar valuta asing terus berlanjut. Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, juga menyatakan bahwa bank sentral akan memantau pergerakan nilai tukar dengan cermat, memicu spekulasi bahwa pihak berwenang akan campur tangan untuk menahan pelemahan mata uang domestik. Hal ini menghalangi pelaku pasar dari meletakkan taruhan baru terhadap Yen Jepang dan membatasi kenaikan lebih lanjut pada pasangan USD/JPY.(asd)
Sumber: Newsmaker.id