Yen Melemah, USD/JPY Dekati 158, Intervensi Jepang Jadi Sorotan
Yen Jepang melemah saat dolar AS menguat, mendorong USD/JPY kembali naik dan diperdagangkan di sekitar 159,40 pada sesi Asia Selasa. Meski begitu, kenaikan pasangan ini dinilai bisa terbatas karena pasar menimbang kemungkinan intervensi pemerintah Jepang untuk menahan pelemahan yen.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan volatilitas pasar keuangan sedang meningkat dan pemerintah siap merespons bila diperlukan, termasuk di pasar valuta asing. Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa otoritas dapat bertindak jika pergerakan yen dinilai terlalu cepat atau tidak sejalan dengan fundamental.
Dari sisi kebijakan moneter, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menyebut inflasi inti secara bertahap bergerak menuju target 2%. Ia menambahkan BoJ akan mengarahkan kebijakan secara tepat untuk mencapai inflasi yang stabil dan berkelanjutan, meski pasar memperkirakan suku bunga akan dipertahankan di 0,75% pada Kamis dengan opsi pengetatan lanjutan tetap terbuka.
Penguatan dolar AS terjadi seiring memudarnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Kekhawatiran inflasi yang terkait lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah turut mengurangi ruang bagi pelonggaran kebijakan, sehingga mendukung dolar dan menekan mata uang berimbal hasil lebih rendah seperti yen.
Pasar secara luas memperkirakan The Fed menahan suku bunga acuannya pada kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan Rabu, mengacu pada CME FedWatch Tool. Jika suku bunga tetap, hal itu akan menjadi penahanan kedua berturut-turut setelah siklus pelonggaran sebelumnya, sementara fokus pasar tetap pada kombinasi arah kebijakan bank sentral dan potensi langkah otoritas Jepang di pasar valas.(asd)
Sumber : Newsmaker.id