Yen Menguat VS Dolar Jelang Keputusan Fed dan BoJ
Yen Jepang menguat terhadap mayoritas mata uang utama pada sesi Eropa hari Senin (16/3), kecuali terhadap mata uang antipodean, ketika pasar bersiap menghadapi pekan sibuk keputusan bank sentral. Pasangan USD/JPY turun 0,26% ke sekitar 159,30, mencerminkan penguatan yen di tengah pelemahan ringan dolar AS menjelang rapat Federal Reserve dan Bank of Japan.
Perhatian pasar kini tertuju pada keputusan The Fed pada Rabu dan BoJ pada Kamis. Investor secara luas memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%, seiring ekspektasi inflasi AS yang kembali terangkat akibat lonjakan harga minyak setelah penutupan Selat Hormuz. Berdasarkan CME FedWatch, pasar juga belum melihat peluang pemangkasan suku bunga sebelum pertemuan Oktober.
Di sisi dolar, Dollar Index (DXY) turun sekitar 0,22% ke dekat 100,30, meski masih bertahan tidak jauh dari puncak lebih dari sembilan bulan di 100,54 yang dicapai pada Jumat. Artinya, penguatan yen sejauh ini lebih banyak dipicu penyesuaian posisi jangka pendek menjelang dua rapat bank sentral besar, bukan karena perubahan besar dalam tren dolar.
Untuk BoJ, pasar memperkirakan suku bunga ditahan di 0,75%, sambil menjaga opsi pengetatan lanjutan tetap terbuka. Fokus utama akan tertuju pada konferensi pers Gubernur Kazuo Ueda, terutama terkait sejauh mana kenaikan harga minyak dapat mendorong inflasi Jepang sekaligus menekan pertumbuhan ekonomi.
Secara fundamental, lonjakan harga minyak sebenarnya kurang menguntungkan bagi yen karena Jepang masih sangat bergantung pada impor energi. Pemerintah Jepang juga telah mulai menurunkan cadangan minyak untuk memenuhi kebutuhan domestik di tengah meningkatnya kekhawatiran pasokan akibat perang AS–Israel–Iran. Dengan demikian, arah yen berikutnya akan sangat ditentukan oleh nada BoJ: apakah lebih menekankan risiko inflasi, atau justru menyoroti beban ekonomi dari mahalnya energi. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id