Yen Menguat, USD/JPY Tertekan
USD/JPY melemah ke area 154,35 pada awal perdagangan Asia Senin, turun sekitar 0,46%. Dolar AS kehilangan tenaga terhadap yen karena pasar kembali dihantui ketidakpastian arah kebijakan tarif AS.
Sentimen memburuk setelah Presiden Donald Trump merespons putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan tarif “resiprokal” dengan rencana menaikkan tarif global menjadi 15% dari 10%. Langkah ini menambah kecemasan pelaku pasar soal risiko perang dagang dan dampaknya ke pertumbuhan, sehingga minat pada aset aman seperti yen meningkat.
Dari Jepang, data inflasi yang lebih “dingin” menahan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) dalam waktu dekat. CPI tahunan Januari turun ke 1,5% dari 2,1% bulan sebelumnya, sementara inflasi inti turun ke 2,0% (sejalan target BoJ). Kondisi ini bisa membatasi penguatan yen berlebihan, sehingga penurunan USD/JPY berpotensi tidak terlalu dalam.
Ke depan, pasar juga memantau arah kebijakan fiskal setelah kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu kilat. Ia menyatakan belanja yang diperlukan akan sebisa mungkin dibiayai lewat anggaran awal, sambil tetap berupaya menurunkan rasio utang terhadap PDB dan menjaga keberlanjutan fiskal.(asd)
Sumber: Newsmaker.id