Emas Sentuh Level Tertingginya Sebulan Usai Iran Klaim Hormuz “Sepenuhnya Terbuka”
Harga emas melonjak ke level tertinggi hampir satu bulan setelah Iran menyatakan Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka” untuk lalu lintas komersial, langkah yang dipandang sebagai sinyal meredanya konflik yang sebelumnya mendorong reli harga energi dan menekan prospek pertumbuhan ekonomi.
Bullion sempat naik hingga 2,1% sebelum memangkas sebagian kenaikan, seiring dolar AS dan imbal hasil Treasury melemah. Pelemahan dolar dan turunnya yield umumnya mendukung emas karena emas dihargai dalam dolar dan tidak memberikan imbal hasil.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan di X bahwa “sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon,” jalur Selat Hormuz untuk kapal komersial dinyatakan terbuka sepenuhnya selama sisa periode gencatan senjata. Namun, televisi pemerintah Iran mengutip pejabat militer senior yang menyebut pelayaran tidak mungkin dilakukan tanpa koordinasi dengan kekuatan angkatan laut IRGC. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan blokade laut AS tetap berlaku sampai kesepakatan tercapai.
Konflik Timur Tengah sebelumnya membuat arus di Hormuz—jalur vital pengiriman energi—praktis berhenti. Kondisi itu memicu kekhawatiran lonjakan harga minyak dan gas akan mengangkat inflasi dan membuat bank sentral menunda pemangkasan suku bunga atau bahkan menaikkan biaya pinjaman, yang umumnya negatif bagi komoditas tanpa imbal hasil seperti emas.
Dalam beberapa hari terakhir, emas mulai memulihkan sebagian kerugian masa perang seiring menguatnya optimisme gencatan senjata. Pada fase awal konflik, tekanan likuiditas mendorong investor menjual emas untuk menutup kerugian di aset lain. Analis MKS PAMP menyebut sejak perang dimulai, emas cenderung bergerak berlawanan dengan minyak dan dolar, namun lebih sejalan dengan aset berisiko, sehingga headline terkait perdamaian berpotensi menambah momentum kenaikan.
Optimisme atas kesepakatan yang lebih luas juga mendorong pasar meningkatkan spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed, dengan ekspektasi pelonggaran untuk pertemuan Desember bertambah. Pada pukul 14.42 waktu New York, emas spot naik 1,5% ke US$4.861,66 per ons. Perak melonjak 4,2%, sementara platinum dan palladium menguat. Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,2%.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id