Emas Stabil, Pasar Fokus ke Prospek Deal AS-Iran
Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil pada Jumat dan bertahan di kisaran $4.807 per ons, naik sekitar 0,35% pada hari itu. Logam mulia masih berada di jalur kenaikan mingguan keempat beruntun, tetapi pergerakannya cenderung terbatas karena pasar menimbang optimisme diplomasi melawan berkurangnya kebutuhan safe haven.
Sentimen membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan peluang kesepakatan dengan Iran terlihat “sangat bagus” dan menyebut putaran pembicaraan berikutnya bisa berlangsung pada akhir pekan. Trump juga mengindikasikan kesiapan mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata yang berlaku jika kedua pihak dinilai hampir mencapai kesepakatan.
Namun dorongan risk-on ikut membatasi ruang kenaikan emas. Prospek de-eskalasi kawasan—termasuk gencatan senjata 10 hari Israel–Lebanon—mendorong penguatan aset berisiko global, sehingga arus masuk ke emas tidak sepenuhnya dominan meskipun ketidakpastian geopolitik belum hilang.
Pelemahan dolar menjadi penopang utama yang menahan koreksi emas. Indeks dolar (DXY) berada di sekitar 98,13, mendekati level terendah lebih dari satu bulan dan menuju penurunan mingguan ketiga berturut-turut, membuat emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Di sisi kebijakan moneter, pasar kembali menilai peluang pemangkasan suku bunga The Fed seiring meredanya sebagian premi risiko energi ketika harga minyak melemah dengan harapan konflik Iran mendekati akhir. Fokus berikutnya tertuju pada perkembangan akhir pekan terkait pembicaraan AS–Iran—terutama sinyal pemulihan arus energi di Selat Hormuz yang masih terganggu—serta pidato pejabat Fed menjelang masa blackout menjelang pertemuan FOMC 28–29 April.(gn)
Sumber: Newsmaker.id