Iran Nyatakan Hormuz Sepenuhnya Terbuka, Energi Berpotensi Menyusut
Iran mengumumkan Selat Hormuz kini “sepenuhnya terbuka” untuk lalu lintas komersial, sebuah sinyal besar menuju de-eskalasi setelah perang dengan AS dan Israel yang sempat mendorong lonjakan harga energi. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan di X bahwa jalur bagi semua kapal komersial melalui Hormuz dibuka penuh untuk sisa periode gencatan senjata.
Araghchi menyebut kapal dapat melintas melalui “rute terkoordinasi” sebagaimana diumumkan otoritas Iran. Formulasi itu mengisyaratkan pembukaan dilakukan dengan mekanisme pengaturan tertentu, yang membuat perhatian pasar tertuju pada implementasi di lapangan, bukan sekadar pernyataan politik.
Pengumuman Hormuz ini dikaitkan dengan gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada Kamis malam. Langkah tersebut dipandang meredakan ketegangan yang melibatkan Iran dan membuka ruang bagi stabilisasi lebih luas di kawasan.
Bagi pasar, pembukaan Hormuz berpotensi mengubah penilaian risiko energi: jika arus komersial benar-benar kembali lancar, premi risiko pasokan cenderung menurun dan tekanan inflasi dari kanal energi bisa mereda. Dampaknya dapat menjalar ke sentimen risiko global, dengan dorongan bagi aset berisiko, sekaligus menguji dukungan safe haven pada dolar dan emas.
Namun arah berikutnya tetap bergantung pada konsistensi kebijakan selama sisa periode gencatan senjata, termasuk kepatuhan terhadap “rute terkoordinasi” dan apakah pembukaan ini bertahan tanpa gangguan baru. Pasar kemungkinan akan memantau pergerakan kapal dan respons pihak-pihak terkait sebagai indikator utama apakah de-eskalasi bersifat substansial atau sementara.(gn)
Sumber: Newsmaker.id