Dolar Tertekan, NFP Jadi Penentu
Dolar AS bergerak mendatar dan bertahan di dekat level terendah dalam sekitar enam minggu pada perdagangan Kamis (6/8). Investor memilih menunggu data tenaga kerja Amerika Serikat sebelum mengambil posisi besar di pasar valuta asing.
Pelemahan dolar dipengaruhi oleh optimisme terhadap perkembangan negosiasi Iran dan Amerika Serikat. Harapan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz telah menekan harga minyak dan mengurangi kebutuhan terhadap dolar sebagai aset aman.
Euro, poundsterling, yen Jepang, dan yuan China bergerak dalam kisaran terbatas. Pasar masih berhati-hati karena arah suku bunga The Fed akan sangat bergantung pada kondisi inflasi dan kekuatan pasar tenaga kerja AS.
Yen Jepang bertahan di sekitar 157 per dolar setelah Amerika Serikat dan Jepang melakukan intervensi bersama untuk menahan pelemahan mata uang tersebut. Namun, penguatan yen masih terbatas karena pasar memperkirakan kenaikan suku bunga Bank of Japan akan dilakukan secara bertahap.
Fokus pasar kini tertuju pada data klaim pengangguran mingguan dan laporan Nonfarm Payrolls pada Jumat. Data tenaga kerja yang lebih lemah dapat mengurangi peluang kenaikan suku bunga The Fed, sedangkan hasil yang kuat dapat kembali mendukung dolar.
Analisis Newsmaker: Dolar masih berisiko melemah menjelang NFP karena pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Jika data tenaga kerja mengecewakan, indeks dolar berpeluang turun lebih dalam dan mendukung kenaikan emas. Sebaliknya, NFP yang kuat dapat mengangkat dolar dan menekan harga emas dalam jangka pendek.(yds)
Sumber: Newsmaker.id