Minyak Tertahan, Pasar Tunggu Putusan Hormuz
Harga minyak bergerak mendatar pada perdagangan Kamis (6/8) setelah mengalami penurunan tajam sejak awal pekan. Brent berada di sekitar US$79,48 per barel, sedangkan WTI turun tipis ke US$75,12 per barel.
Dalam sepekan terakhir, kedua harga minyak tersebut masih mencatat penurunan lebih dari 10%. Tekanan muncul karena pasar semakin berharap jalur pelayaran melalui Selat Hormuz dapat kembali digunakan.
Iran sebelumnya mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai koordinat jalur pelayaran sementara. Selat Hormuz merupakan jalur penting yang sebelumnya dilewati sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Namun, kesepakatan tersebut belum berarti Selat Hormuz dibuka sepenuhnya. Pembahasan mengenai biaya pengiriman, pemeriksaan kapal, dan jaminan keamanan masih belum selesai.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang berkomunikasi dengan Teheran. Namun, Iran membantah adanya pembicaraan damai langsung, sehingga pasar masih berhati-hati menunggu perkembangan berikutnya.
Analisis Newsmaker: Harga minyak masih berpotensi tertekan jika negosiasi AS-Iran menunjukkan kemajuan dan pengiriman energi mulai pulih. Sebaliknya, kegagalan pembicaraan atau munculnya gangguan keamanan baru dapat kembali mendorong Brent ke atas US$80 per barel.(yds)
Sumber: Newsmaker.id