• Fri, Jul 31, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

31 July 2026 18:58  |

Dolar Mulai Bangkit, Yield AS Kembali Menanjak

Dolar Amerika Serikat mulai berbalik menguat pada perdagangan Jumat setelah sempat menyentuh level terendah dalam sekitar enam pekan. Indeks dolar naik sekitar 0,3% ke area 100,2, meskipun masih berada di jalur pelemahan bulanan sepanjang Juli.

Kenaikan dolar terutama ditopang oleh meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield tenor dua tahun bergerak ke sekitar 4,25% karena investor menilai suku bunga Amerika masih berpeluang bertahan tinggi lebih lama di tengah inflasi yang belum sepenuhnya kembali menuju target The Fed.

Penguatan greenback juga terjadi setelah yen kehilangan sebagian kenaikan tajamnya. Mata uang Jepang sebelumnya melonjak karena dugaan intervensi pemerintah, tetapi kembali melemah setelah Bank of Japan mempertahankan suku bunga dan dinilai belum memberikan sinyal pengetatan yang cukup agresif.

Menurut analisis Newsmaker, kenaikan dolar saat ini masih lebih tepat disebut sebagai rebound daripada pembalikan tren penuh. Dolar dapat melanjutkan penguatan apabila yield AS terus naik dan data ekonomi menunjukkan tekanan inflasi tetap kuat. Namun, arah greenback masih rentan berubah karena The Fed belum memberikan petunjuk tegas mengenai langkah suku bunga berikutnya.

Dampak terhadap Market :

Emas: Penguatan dolar dan kenaikan yield berpotensi menekan emas karena biaya peluang memegang logam mulia meningkat. Namun, konflik AS–Iran masih dapat menahan penurunan melalui permintaan aset aman.

EUR/USD: Berpotensi terkoreksi karena dolar kembali memperoleh dukungan. Euro akan membutuhkan data ekonomi Eropa yang kuat untuk mempertahankan kenaikannya.

USD/JPY: Berpeluang kembali naik karena yen kehilangan momentum. Risiko intervensi lanjutan Jepang tetap dapat memicu pergerakan tajam secara tiba-tiba.

Saham AS: Kenaikan yield dapat menekan saham teknologi dan perusahaan dengan valuasi tinggi. Namun, dolar yang menguat juga dapat mencerminkan permintaan terhadap aset Amerika.

Rupiah: Berisiko melemah apabila penguatan dolar berlanjut dan mendorong arus modal keluar dari aset negara berkembang.

Kesimpulan: Kenaikan dolar menjadi sentimen negatif bagi emas, rupiah, dan pasangan EUR/USD. Namun, penguatan ini belum sepenuhnya solid karena pasar masih menunggu kepastian arah kebijakan The Fed.(CP)

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai