EUR/USD Turun, Pasar Cermati Sinyal Hawkish The Fed
EUR/USD bergerak melemah pada perdagangan terbaru, berada di kisaran 1,1630–1,1640. Tekanan terhadap euro muncul seiring penguatan dolar AS yang kembali mendominasi pasar valuta asing. Investor menilai dolar masih lebih menarik karena prospek kebijakan moneter Amerika Serikat terlihat lebih ketat dibandingkan kawasan Eropa.
Penguatan dolar AS dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat, terutama setelah harga energi masih menjadi perhatian pasar global. Kondisi ini membuat pelaku pasar memperkirakan The Fed belum akan terburu-buru menurunkan suku bunga. Bahkan, sebagian pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kebijakan yang lebih hawkish jika inflasi kembali sulit dikendalikan.
Di sisi lain, euro masih menghadapi tekanan karena prospek ekonomi kawasan Eropa belum sepenuhnya kuat. Ketika perbedaan arah kebijakan antara The Fed dan Bank Sentral Eropa semakin terlihat, EUR/USD cenderung tertekan. Dolar yang lebih kuat juga membuat investor mengurangi eksposur pada mata uang berisiko dan memilih aset yang dianggap lebih aman.
Secara teknikal, EUR/USD masih terlihat berat selama bergerak di bawah area 1,1650. Jika tekanan jual berlanjut, level 1,1600 menjadi support penting yang perlu diperhatikan. Namun, apabila euro mampu kembali menembus area 1,1650–1,1675, peluang rebound teknikal bisa mulai terbuka dalam jangka pendek.
Penyebab EUR/USD Melemah
EUR/USD melemah karena dolar AS menguat, ekspektasi suku bunga The Fed tetap tinggi, dan pasar masih mencermati tekanan inflasi AS. Selain itu, prospek ekonomi Eropa yang belum solid membuat euro sulit mendapatkan dorongan kuat.(CP)
Sumber: Newsmaker.id