Manufaktur AS Menguat, Pasar Cermati Arah The Fed
Data ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan sinyal yang lebih kuat dari perkiraan. Empire State Manufacturing Index tercatat naik ke 19,6, jauh di atas perkiraan 7,3 dan lebih tinggi dari periode sebelumnya 11,0. Angka ini menunjukkan aktivitas manufaktur di wilayah New York mengalami ekspansi yang lebih solid, sekaligus memberi sinyal bahwa sektor industri AS masih cukup kuat di tengah tekanan suku bunga tinggi.
Selain itu, Capacity Utilization Rate naik ke 76,1%, lebih tinggi dari perkiraan 75,8% dan sebelumnya 75,7%. Kenaikan ini menunjukkan kapasitas produksi di sektor industri AS digunakan lebih optimal. Artinya, permintaan terhadap produksi masih cukup kuat dan perusahaan masih aktif menjalankan kegiatan operasionalnya.
Data lain yang ikut memperkuat sentimen adalah Industrial Production m/m yang tumbuh 0,7%, jauh di atas perkiraan 0,3% dan membaik tajam dari sebelumnya -0,3%. Kenaikan produksi industri ini menjadi sinyal bahwa aktivitas pabrik, pertambangan, dan utilitas di AS mulai pulih lebih kuat dari bulan sebelumnya.
Dampaknya, data ini berpotensi mendukung penguatan dolar AS karena pasar bisa menilai ekonomi AS masih cukup tangguh. Namun, bagi emas, data yang kuat seperti ini bisa menjadi tekanan karena memperkuat ekspektasi bahwa The Fed belum perlu terburu-buru menurunkan suku bunga. Jika dolar dan yield AS ikut naik setelah data ini, harga emas berisiko kembali tertekan.
Penyebab Dampaknya ke Pasar
Data manufaktur dan produksi industri yang lebih kuat menunjukkan ekonomi AS masih solid. Kondisi ini bisa membuat pasar berpikir The Fed punya ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Karena itu, dolar AS bisa mendapat dorongan, sementara emas dan aset non-yield berpotensi tertekan.(CP)
Sumber: Newsmaker.id