Minyak Sideways, Pasar Dibayangi OPEC+ dan Trump
Harga minyak dunia bergerak stabil pada Selasa (5/8), di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari Rusia yang dibayangi oleh keputusan OPEC+ untuk menaikkan produksi. Kelompok produsen minyak tersebut sepakat untuk menambah pasokan sebesar 547.000 barel per hari mulai September, lebih cepat dari rencana semula.
Kontrak Brent turun tipis 0,4% ke $68,50 per barel, sementara WTI sedikit turun ke $66,22. Penurunan ini melanjutkan pelemahan lebih dari 1% pada perdagangan hari sebelumnya, yang membuat harga minyak ditutup di level terendah dalam sepekan.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali mengancam India dengan tarif lebih tinggi karena tetap membeli minyak dari Rusia. India menolak kritik tersebut dan menyebutnya tidak berdasar, bertekad untuk membela kepentingan ekonominya. Ketegangan ini memperdalam risiko perang dagang antara dua ekonomi besar dunia.
Namun, para pelaku pasar belum bereaksi besar terhadap isu tersebut. Menurut analis PVM John Evans, pasar meragukan bahwa Trump benar-benar akan mengambil langkah yang bisa memicu lonjakan harga minyak. India sendiri masih menjadi pembeli terbesar minyak Rusia lewat laut, dengan volume impor mencapai 1,75 juta barel per hari selama paruh pertama 2025.(yds)
Sumber: Reuters