Iran Makin Agresif, Brent Bertahan di Atas US$90
Harga minyak mempertahankan penguatannya untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan Selasa (18/8) setelah peluang tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah kembali mengecil. Brent naik ke sekitar US$91,07 per barel, sementara WTI berada di sekitar US$84,99. Keduanya sempat menyentuh level tertinggi sejak akhir Juli.
Sentimen pasar tetap ditopang keputusan Presiden Donald Trump untuk tidak memperpanjang kesepakatan sementara AS-Iran serta meningkatnya risiko keamanan di Selat Hormuz. Kemajuan negosiasi dan upaya memulihkan lalu lintas tanker melalui jalur strategis tersebut juga belum menunjukkan perkembangan berarti.
Iran menegaskan Hormuz akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah ketentuan dalam kesepakatan sementara Juni. Pernyataan ini muncul setelah pejabat senior Iran mengatakan Teheran akan beralih ke sikap militer yang lebih ofensif karena upaya mencapai perdamaian permanen mengalami kebuntuan.
Meski demikian, sebagian minyak masih dapat keluar dari kawasan Hormuz dalam jumlah terbatas. Saudi Aramco kembali melakukan pemuatan minyak dari dalam selat serta menawarkan kargo melalui skema ship-to-ship di sekitar Fujairah, Uni Emirat Arab. Arus tersebut membantu menahan kekhawatiran pasar terhadap penghentian pasokan secara total.
Ketegangan regional juga meluas setelah kelompok Houthi Yaman mengklaim meluncurkan serangan rudal terhadap kapal yang mereka sebut sebagai kapal militer Saudi dan sejumlah kapal pengawalnya di Laut Merah. Di saat bersamaan, negosiasi Iran-Oman mengenai pengelolaan Hormuz tetap menjadi perhatian setelah Trump sebelumnya melontarkan ancaman terhadap Oman.
Analisis Newsmaker: Selama Iran mempertahankan sikap keras dan pelayaran Hormuz tetap terbatas, premi risiko geopolitik masih berpotensi menjaga Brent di atas US$90. Jika serangan terhadap kapal meningkat atau arus minyak terganggu lebih dalam, reli dapat berlanjut. Sebaliknya, peningkatan ekspor dari Teluk atau kemajuan diplomatik dapat memicu profit taking setelah kenaikan beberapa sesi terakhir. (arl)
Sumber : Newsmaker.id