• Tue, Jun 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 June 2026 11:34  |

Minyak Turun, De-eskalasi Israel–Iran Redakan Premi Risiko

Harga minyak melemah setelah Israel dan Iran memberi sinyal akan menghentikan serangan satu sama lain, meredakan kekhawatiran pasar bahwa konflik akan makin melebar dan menggagalkan upaya mengakhiri perang di Timur Tengah. Brent turun mendekati US$93/barel, sementara WTI bergerak di sekitar US$90/barel pada perdagangan Selasa.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya menahan tembakan ke Iran untuk sementara, namun akan merespons bila Teheran menyerang lagi. Media Iran menyampaikan nada serupa. Meski begitu, gencatan dinilai masih rapuh karena negosiasi lebih luas belum menghasilkan terobosan yang jelas.

Faktor terbesar yang masih menahan penurunan lebih dalam adalah Selat Hormuz yang tetap “terkunci” oleh blokade ganda Iran dan AS. Kondisi ini membatasi pasokan minyak mentah, BBM, dan gas ke pasar global, sehingga pasar masih menyisakan premi risiko meski eskalasi militer mereda.

Risiko kawasan juga terlihat dari insiden keamanan pelayaran. Militer AS menyebut telah melumpuhkan tanker kosong di Teluk Oman setelah kapal itu mencoba menuju pelabuhan Iran dan dinilai melanggar blokade. Di saat yang sama, militer Israel melaporkan mencegat target udara mencurigakan dari Yaman, menandakan ancaman lintas front belum hilang.

Di sisi permintaan, gangguan perang ikut menekan arus fisik global. China dilaporkan mencatat penurunan tajam impor minyak bulan lalu ke level terendah lebih dari delapan tahun, seiring pasokan terganggu dan kilang menahan pembelian dengan mengandalkan stok serta memangkas laju pengolahan. Bahkan jika kesepakatan damai AS–Iran tercapai, normalisasi pasokan tetap butuh waktu karena ranjau di Hormuz harus dibersihkan, ladang yang shut-in perlu restart, dan infrastruktur energi yang rusak harus diperbaiki.

Dengan latar seperti ini, pergerakan minyak masih sangat headline-driven: harga bisa turun saat ada sinyal de-eskalasi, tapi tetap mudah memantul jika ada kabar gangguan pasokan atau eskalasi baru. Pada sesi ini, Brent (Aug) tercatat turun sekitar 0,8% ke US$93,48, sementara WTI (Jul) turun 1,2% ke US$90,21 di perdagangan Singapura.(Asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai