Reli Minyak Terhenti, Emas Dapat Momentum
Harga emas naik tipis pada perdagangan Jumat (24/7) setelah minyak Brent turun dari level di atas US$100 per barel. Emas spot menguat 0,4% menjadi US$4.063,78 per troy ounce, sementara kontrak berjangka naik ke US$4.063,50.
Emas berada di jalur kenaikan mingguan lebih dari 1% karena investor terus memantau konflik Timur Tengah. Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran bahwa lonjakan biaya energi akan memperkuat tekanan inflasi.
Ketegangan geopolitik tetap tinggi setelah militer Amerika Serikat menyelesaikan gelombang serangan ke-13 terhadap Iran. Serangan tersebut menyasar fasilitas militer, lokasi penyimpanan drone, dan pos pengawasan pesisir.
Iran juga dilaporkan menolak usulan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat. Risiko gangguan pasokan minyak tetap membayangi karena konflik melibatkan Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, dua jalur penting pengiriman energi dunia.
Pasar memperkirakan peluang sebesar 29% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan. Meski demikian, Nomura memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tanpa memberikan banyak petunjuk mengenai kebijakan selanjutnya.
Dolar AS yang masih kuat dapat membatasi kenaikan emas karena membuat logam mulia lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Namun, selama minyak terus terkoreksi dan ketegangan geopolitik bertahan, emas berpeluang mempertahankan penguatan mingguannya.(arl)
Sumber : Newsmaker.id