• Sat, Jun 6, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

6 June 2026 02:25  |

Minyak Terkoreksi, Risk Premium Menyusut Tapi Rapuh

Harga minyak melemah pada Jumat (5/6) ketika pasar mulai menilai seberapa besar kerusakan permintaan (demand destruction) di tengah harga energi yang tinggi, sementara pembicaraan damai AS–Iran belum menghasilkan kemajuan nyata untuk membuka kembali Selat Hormuz. WTI turun 2,7% dan ditutup di US$90,54/barel, sedangkan Brent turun 2% ke US$93,09/barel.

Sentimen juga dipengaruhi oleh menurunnya minat ambil risiko, terlihat dari open interest yang terus turun pada kedua benchmark, membuat pergerakan harga lebih mudah “melebar” saat muncul headline geopolitik. Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan baik, meski Hezbollah menolak gencatan Lebanon yang dimediasi AS. Presiden Lebanon Joseph Aoun bahkan menilai Iran memakai Lebanon sebagai “alat tawar” dalam negosiasi dengan Washington.

Di sisi fundamental, pasar mulai melihat sinyal permintaan melemah. Impor minyak mentah China dilaporkan jatuh pada Mei ke level terendah dalam satu dekade, karena pembeli terbesar dunia menurunkan operasi kilang dan menahan ekspor untuk bertahan dari dampak perang Iran. Sejumlah lembaga proyeksi energi juga mulai mengarah pada tahun yang jarang terjadi: pertumbuhan permintaan global yang menurun.

WTI kini turun sekitar seperlima sejak awal April, saat AS dan Iran menyepakati gencatan, sementara hedge fund meningkatkan posisi net-short Brent ke level tertinggi sejak Januari (hingga pekan berakhir 2 Juni). Pekan ini sempat ada reli saat bentrokan baru mengikis harapan deal, tetapi belakangan harga kembali turun ketika nada Trump lebih optimistis dan pasar menilai pemulihan arus fisik tetap belum terlihat.

Rintangan utama tetap sama: status Hormuz dan konflik Lebanon. Trump menyebut selat akan dibuka “segera” jika Iran menandatangani MoU penghentian permusuhan, tetapi Iran menuntut gencatan di Lebanon sebagai prasyarat. Sementara itu, operasi logistik di kawasan tetap rapuh, terlihat dari gangguan sementara di terminal ekspor utama Oman Mina Al Fahal akibat ledakan—meski operasi kemudian kembali normal.(Arl)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai