Minyak Turun, Investor Pantau Negosiasi Damai AS-Iran
Harga minyak menurun pada Kamis (22/5) seiring investor berharap AS dan Iran dapat mencapai kesepakatan yang mencegah eskalasi perang di Timur Tengah. Minyak mentah AS turun hampir 2% ditutup di $96,35 per barel, sementara Brent turun lebih dari 2% menjadi $102,58 per barel.
Kenaikan harga sempat terjadi lebih dari 3% di sesi awal setelah Reuters melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, memerintahkan uranium yang diperkaya tetap berada di dalam negeri. Posisi Khamenei dipandang bisa mempersulit negosiasi dengan AS, yang menekankan dismantling program nuklir Iran sebagai tujuan utama perang.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menunda serangan udara terhadap Iran untuk memberi waktu diplomasi, atas permintaan sekutu Teluk. Trump memperingatkan kemungkinan melanjutkan aksi militer jika Iran tidak memberikan “100% jawaban yang tepat,” tetapi bersedia menunggu beberapa hari tambahan untuk negosiasi.
Arus kapal melalui Selat Hormuz tetap terganggu akibat blokade Iran, jalur perdagangan krusial bagi pasokan minyak global. Kepala International Energy Agency (IEA), Fatih Birol, memperingatkan bahwa pasar minyak bisa memasuki “zona merah” musim panas ini jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali, karena stok minyak global menipis sementara permintaan meningkat seiring perjalanan musim panas.
Variabel yang perlu dipantau: perkembangan negosiasi AS-Iran, arus minyak melalui Selat Hormuz, harga Brent dan WTI, serta data pasokan global.(yds)
Sumber: Newsmaker.id