Emas Stabil Seiring Optimisme Kesepakatan Damai AS-Iran
Harga emas (XAU/USD) stabil pada Kamis (22/5), sedikit naik ke $4.543 per ons setelah sebelumnya sempat turun hingga 1,2%. Optimisme terkait kemungkinan gencatan senjata AS-Iran menurunkan ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menahan inflasi.
Sekretaris Negara AS Marco Rubio menyebut ada “tanda positif” terkait kesepakatan, dengan mediator Pakistan dijadwalkan mengunjungi Tehran untuk meninjau proposal terbaru Washington. Sementara itu, arus kapal melalui Selat Hormuz tetap terhenti sejak konflik meletus, menyebabkan harga energi melonjak dan menekan ekonomi global.
Kekhawatiran bahwa The Fed dan bank sentral lainnya mungkin perlu menaikkan suku bunga tetap menjadi faktor utama bagi trader emas, mengingat logam mulia tidak memberikan yield dan biasanya berkinerja lebih baik di lingkungan suku bunga rendah. Sejak awal konflik pada Februari, harga emas turun hampir 14%.
Analisis dari Citigroup menunjukkan bahwa jika ketegangan di Selat Hormuz mereda, hambatan makro terhadap emas akan berkurang, memungkinkan harga menstabilkan diri. Jika penutupan jalur energi berlangsung lebih lama, kekhawatiran stagflasi bisa meningkatkan permintaan emas dan logam mulia lainnya.
Logam mulia lain bergerak positif: perak naik 1,2% ke $76,78 per ons, sementara platinum dan palladium juga menguat. Bloomberg Dollar Spot Index relatif stabil.
Variabel yang perlu dipantau: perkembangan negosiasi AS-Iran, status Selat Hormuz, suku bunga Fed, dan harga energi global.(yds)
Sumber: Newsmaker.id