• Tue, Apr 28, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

28 April 2026 15:59  |

Minyak Naik Signifikan Saat Pasar Menunggu Respons AS atas Proposal Iran

Harga minyak naik ke level tertinggi tiga pekan di atas US$110 per barel di London, seiring pelaku pasar menunggu sikap Amerika Serikat terhadap proposal dari Teheran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Brent sempat diperdagangkan di atas US$111, membawa kenaikan pekan ini mendekati 6%, sementara WTI berada di atas US$100.

Fokus pasar tetap pada risiko pasokan karena penutupan Selat Hormuz telah menekan arus minyak mentah, gas alam, dan produk minyak, sehingga mendorong harga energi lebih tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi. Meski gencatan senjata disebut relatif bertahan sejak awal April, blokade yang melibatkan Iran dan AS membuat lalu lintas harian di selat tersebut turun mendekati nol.

Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan untuk membahas proposal Iran, namun menegaskan adanya “red lines” dalam kesepakatan apa pun, termasuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir. Wall Street Journal melaporkan tim keamanan nasional AS bersikap skeptis terhadap proposal itu, meski negosiasi disebut tetap berjalan, dengan kemungkinan respons dan kontra-usulan muncul dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Rabobank, pasar mulai menilai kecil kemungkinan ada solusi cepat untuk mengakhiri blokade, sehingga premi risiko kembali menempel pada harga minyak. Dalam kerangka transmisi fundamental, gangguan jalur pasokan yang berkepanjangan memperketat ketersediaan energi dan memperbesar tekanan inflasi, yang pada gilirannya bisa memengaruhi ekspektasi kebijakan dan sentimen risiko lintas aset.

Dari sisi Iran, media lokal menyebut Menlu Abbas Araghchi akan menyampaikan kepada Pakistan—yang memediasi pembicaraan damai—bahwa konflik bisa berakhir jika AS mencabut blokade lautnya, menyepakati kerangka hukum baru untuk lalu lintas di selat, dan memberikan jaminan tidak ada aksi militer lanjutan. Pasar kini memantau arah respons Washington dan perkembangan operasional di Selat Hormuz sebagai penentu utama volatilitas harga energi dalam waktu dekat. (asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai