• Fri, Mar 6, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

6 March 2026 07:51  |

Minyak Melonjak Mingguan Terbesar sejak 2022!

Harga minyak menuju kenaikan mingguan terbesar sejak 2022 seiring perang di Timur Tengah memicu gangguan luas di pasar energi, membuat produsen, importir, dan pelaku pengapalan kesulitan menyesuaikan arus pasokan. Risiko yang meningkat pada jalur distribusi utama mendorong premi geopolitik, meski pergerakan intraday tetap volatil.

West Texas Intermediate (WTI) telah menguat sekitar 18% sepanjang pekan ini, namun pada Jumat sempat turun kembali ke bawah $77 per barel setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal “aksi segera” untuk mengurangi tekanan harga. Brent berada di sekitar $83 - $86  per barel setelah menyentuh level tertinggi sejak pertengahan 2024 pada Kamis.

Dari sisi konflik, Iran menyatakan belum meminta gencatan senjata dan tidak berniat bernegosiasi, sementara Israel melanjutkan serangan udara ke Teheran. Ketegangan politik juga meningkat setelah Trump menyampaikan ke media bahwa ia ingin terlibat dalam proses pemilihan pengganti pemimpin tertinggi Iran yang disebut telah terbunuh.

Gangguan pasokan makin nyata ketika arus pelayaran melalui Selat Hormuz “hampir terhenti,” menahan pasokan ke pasar global dan mendorong sebagian produsen mulai menutup produksi (shut-in). Sejumlah kilang dan tanker dilaporkan terdampak, sementara importir menghadapi kesulitan mendapatkan kargo dalam kondisi logistik yang tertekan.

Di sisi kebijakan, AS memberikan kelonggaran jangka pendek untuk memungkinkan India membeli minyak Rusia, namun otoritas menegaskan izin itu hanya mencakup transaksi untuk minyak yang sudah terlanjur tertahan di laut. Pemerintah AS juga mempertimbangkan berbagai opsi untuk merespons lonjakan harga minyak dan bensin, termasuk kemungkinan melepas persediaan darurat, meski hingga kini belum bergerak untuk membuka Strategic Petroleum Reserve.

Tekanan juga muncul dari Asia. China disebut meminta kilang utama menghentikan ekspor diesel dan bensin untuk memprioritaskan kebutuhan domestik, sementara kilang Jepang meminta pemerintah melepas minyak dari cadangan strategis. Pelaku pasar akan memantau tiga variabel utama ke depan: durasi gangguan di Selat Hormuz, respons kebijakan persediaan strategis negara-negara konsumen, serta perubahan permintaan riil Asia di tengah upaya konservasi energi.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
OIL

Brent Stabil, Risiko Hormuz Belum Hilang

Harga minyak bergerak stabil setelah Amerika Serikat dan Iran menyampaikan nada positif dalam pembicaraan terkait program nuk...

18 February 2026 15:41
BIAS23.com NM23 Ai